Saya dan Plastik

Posted in Uncategorized on November 11, 2009 by dogongdoging

Dekade 90an memberikan banyak kenikmatan-kenikmatan duniawi dan menggores cukup banyak luka-luka permanen mengasyikkan yang sudah lama kering di memori saya. Diantaranya adalah salah satu band rock terbaik versi saya, PLASTIK

Setelah terkontaminasi dengan banyaknya serbuan racun dari band-band asing keluaran 90an dan beberapa band dari yg lahir dari dekade sebelumnya, saya memang tidak punya koleksi band rock favorit mainstream yang lokal punya pada saat itu. Tidak banyak memang, Netral adalah salah satunya, dulu saya tidak tertarik sama Slank, Boomerang, Power Slaves dsb, karena persepsi saya saat itu mengafiliasikan band2 tersebut dengan generasi rock-spandex ala 80an akhir 90an awal dimana saat itu dan saat sekarang pun terkadang saya agak2 risih untuk mengapresiasi… Jadi maaf2 saja pada saat itu apresiasi saya belum optimal untuk beberapa band yang saya sebutkan barusan saja.

Takdir menjerumuskan saya yang tidak sengaja menyetel radio mobil Forsa Heartbeat Bapak saya, yang sering saya pakai itu besi tua untuk antar2 saya punya keperluan waktu saya masih di sekolah menengah, dari spiker butut forsa itulah pertama kali saya mendengar riff dan lead gitar titisan tanduk setan  melengking dari neraka level 5, kompilasi ratapan ritem gitar , anjir lahhhhh yg mainnya iblisss !!!!! tidak lama kemudian vokal parau terdengar diiringi riff gitar tanpa distorsi yang ternyata lebih jahat daripada riff sebelumnya, aih tolonglah….liriknya,… njir, lirik apaan neeeeehhhh??? Saya terpana…lead gitarnya dong lah, SHIT !!!!!! Layaknya leher di cekik senar bass dan kepala diinjak2 popor gitar fender stratocaster di saat yang bersamaan sampai akhirnya operator radio keparat itu menghentikan lagunya ditengah2 bagian akhir yang harusnya jadi bagian paling klimaks dengan diiringi bacotan2nya, pada saat itu rasanya seperti ingin memasukkan 3 kg kerikil ke dalam mulutnya……secara paksa.

Itulah kali pertama saya mendengar lagu Error dari Plastik, tidak lama kemudian sayapun membeli kasetnya di mal kelapa gading yang waktu itu bentuknya masih kecil dan mungil, belinya di Lucky Audio yang entah kenapa hebat juga masih bertahan dan eksis di mal kelapa gading yang sekarang mah udah jadi toko raksasa dan saya makin sering tersesat didalamnya kalau tidak bertanya arah kepada petugas keamanan setempat….

Album pertama Plastik sukses saya beli semua berkat ibu saya yang bersedia membayari itu kaset yang saya rengek sama dia untuk supaya dibelikan. Saya bawa pulang kerumah lalu saya dengarkan, saya masukkan ke tape lalu saya pencet tombol play, tembang pertama bertajuk “Error” kepala saya sekali lagi ditampar bolak balik, kemudian lagu kedua, …. apaan neh, kok biasa gini ? anjir lah, saya sempat takut Plastik adalah tipikal band yg cuma punya satu lagu bagus, eh ternyata lagu berikutnya muka saya ditampar lagi…. kemudian ditampar2 lagi berulang2 seiring lagu2 berikutnya saya dengarkan…. entah kenapa memang sedikit kaget juga ketika melongok video dari lagu “Seperti” ada di tv dan bukannya lagu2 yang lain, sampai detik ini saya punya pendapat (kalo boleh) harusnya Error yang digunakan sebagai single pertama dan dibuatkan video nya….Tapi ya sudahlah…. walaupun tetap menurut saya “Seperti” adalah lagu yang paling biasa di album pertama Plastik…dulu pikir saya personil Plastik ini sombong2, single nya dipilihin lagu yang paling jelek,…. eh ternyata pada saat itu memang saya terlalu memaksakan pandangan saya terhadap persepsi saya yg akhirnya punya pemikiran demikian, walaupun tingkah laku begitu saat ini memang sedang trendy…

Video single pertama mereka yang menurut saya jelek mampus itu tidak mampu membuat saya membenci band ini, “Seperti” buat saya memang produk paling gagal di album pertama mereka, begitu juga dengan video nya, untung saja saya tidak banyak ingat videonya seperti apa, saya cuma ingat videonya melibatkan sebuah mobil tua, scene ratapan penyanyi sedang terduduk menyender di tembok, si gitaris yang bermain gitar, adegan setir menyetir mobil, gelap, samar2 berserakan dimana-mana, tapi itu semua tidak mencegah saya yang langsung menobatkan mereka sebagai band rock lokal terbaik dekade 90an versi diri saya sendiri persis disaat saya selesai mendengarkan seluruh lagu di dalam album pertama mereka, sempat terpikir mungkin sampe penghujung taun 1999 akan ada band rock lokal lain yang muncul dan lebih baik dari Plastik, saya masih ingat waktu saat penghujung taun 1999 di rumahnya Nadia di bilangan Kelapa Gading, tidak ada band rock lokal maintream lain yang muncul melebihi Plastik, silakan buat kalian yang tidak setuju sama saya untuk bikin penobatan sendiri2 lah, gak usah banyak protes…..

Dalam persepsi saya, Plastik banyak menampilkan lirik bernuansa gelap, terutama di lagu2 dalam album pertama dan kedua, setidaknya yah seperti itulah persepsi bebas saya. Beberapa band rock lokal mainstream lainnya pada saat itu kebanyakan berlirik terlalu sederhana dan kebanyakan juga bermain di ranah percintaan yang menjemukan, saya tidak berhasil menemukan band rock lokal sejenis Plastik pada saat itu, mangkanya yah band ini dapat tempat yg spesial…. Plastik buat saya juga terdengar lebih “cool” dibandingkan dengan band rock yang benderanya suka dibawa orang pas nonton konser Radja, lirik2 mereka banyak yang sarkastik, tidak terlalu “direct”, semua dikemas baik.

Bapak Array dan Bapak Didit adalah duo gitaris dari Plastik, buat saya mereka ini Christopher Thorn dan Rogers Stevens nya Indonesia (dua nama terakhir adalah salah dua pahlawan gitar saya perwakilan dekade 90an, silakan cari tahu sendiri siapa mereka), semua riff-riff maut Plastik saya asumsikan datang dari Bapak Array dan Bapak Didit, betapa saya sewaktu masih bercelana pendek warna biru dibius oleh kombinasi petaka dari duo gitaris ini, tidak ada yang berlebihan, seperti persepsi saya terhadap Jimi Hendrix, TIDAK ADA NOTE YANG TIDAK PERLU walaupun saya pun tidak berani menasbihkan duo gitaris ini sebagai keturunan titisan langsung dari beliau yang banyak orang anggap sebagai Dewa, tapi duo gitaris ini telah sukses menampilkan sajian kombinasi permainan gitar yang mentah, cool, cocky sekaligus dramatis tanpa banyak membunyikan not tidak perlu dan pamer teknik tingkat tinggi disana sini seperti kebanyakan band keluaran akhir 80an, anda pasti tahu lah…..
Beralih ke departemen dawai 4 ada Bapak Alexdu yang bertanggung jawab disana, pattern bass dari beliau juga bukan sekedar pelapis si gitar doang, memperkuat justifikasi saya yang membaiat Plastik sebagai salah satu band rock lokal mainstream yang punya groove dan berdinamika tinggi, ya ya ya ya anda tidak perlu kemudian bilang sama saya “oh band jazz semuanya dinamika tinggi”, karena itu hanya akan membuat anda terlihat dungu, karena jazz tanpa dinamika tinggi sama aja dengan jazz KW 10, tapi itu sekali lagi sih kata saya, bukan kata kamu, jadi suka2 saya lah hay…

Bapak Iman sebagai orang yang menabuh drum sayang sungguh sayang oh dapat sial karena sound drumnya menurut saya pecah2an terutama dibagian pemukulan divisi simbal dan sejenisnya, kick drum nya juga terdengar seperti bunyi seorang perempuan menggebuk kasur di halaman depan rumah, tidak ada yang salah menurut saya sama patternnya, tapi ya, soundnya itu lah yang sedikit mengecewakan menurut saya

Ipang, yang banyak orang sebut sebagai Eddie Vedder nya Indonesia punya, namun saya sih punya pendapat lain, Ipang ya Ipang, terlepas penasbihan Eddie Vedder pada dirinya, Ipang sukses mengirimkan sinyal2 emosi di semua lagu2 Plastik, namun tetap mempertahankan elemen kejantanan ala musik rock, jadi Ipang bisa memberikan garis yang sangat tebal, memisahkan rock nya Plastik dengan rock spandex yang punten sekali kalo kata saya mah “You Give Rock A Bad Name”, sebuah tuduhan picik kepada para pemuja dan penganut2nya,….dengan demikian saya pun minta maaf.

Singkatnya, Plastik menemani banyak waktu dalam hidup saya yang tidak seberapa ini, menemani saya melewati masa2 sulit pada masa lampau dan saya masih punya firasat di masa depan pun, lagu2 dari Plastik akan masih relevan untuk selalu didengarkan oleh saya.

Semasa SMU, waktu itu di sekolahan saya punya guru kesenian musik yang cukup terampil membuat saya agak bersemangat mengikuti pelajarannya karena beliau memberikan tugas kepada kami, anak muridnya yang sayangnya banyak yg kurang ajar pada saat itu (termasuk saya) untuk mengulas dan mengupas artis musisi tentang sejarah dan musikalitas mereka, dan kemudian mempresentasikannya di hadapan khalayak kelas, kami di bagi menjadi beberapa kelompok, saya yang saat itu dan sampai saat ini masih sangat keranjingan The Smashing Pumpkins langsung saja memaksakan kehendak saya untuk menjadikannya sebagai bahan tugas kelompok saya, kebetulan karena anggota kelompok saya yang lain, lebih memilih untuk bermain bola sepak dibandingkan membuat makalah tentang The Smashing Pumpkins, mereka sama sekali tidak keberatan jika saya mengambil alih semua pekerjaan dalam kaitannya untuk menyelesaikan tugas dari guru kesenian tersebut.

Nah, ada satu kelompok lain yang beranggotakan beberapa teman saya waktu itu memutuskan untuk menjadikan Plastik sebagai band yang menjadi subjek penelitian atau subjek makalah, waktu itu single “Statis” sedang gencar2nya diputar di tivi dan radio di Jakarta, kebetulan juga para anggota kelompok mereka ini menurut hemat saya pun adalah pendengar Plastik yg baik dan sesekali gemar menyenandungkan lagu2 dari Plastik, mereka menyiapkan sebuah kamera hendikem dan membuat janji untuk bertemu dengan personil Plastik secara langsung untuk mengadakan semacam wawancara dan mendokumentasikan wawancara tersebut kedalam sebuah hendikem yang pada saat itu milik salah seorang anggota kelompok mereka, hanya bermodalkan keterangan di sampul kaset Plastik, mereka mengadakan kontak pertama dan pihak Plastik mengiyakan dengan kemudian mengadakan janji untuk bertemu, semudah itu…..

Pada hari H-nya, tanggal dimana mereka harus bertemu dengan para personil Plastik, saya sempat ditawari ikut, waktu itu hari kamis, saya ingat sekali, waktu itu masih ada di kelas satu SMU, kelas saya letaknya di pojokan lantai 2, samping wese, selalu disamping wese…. saya ditawari ikut tapi saya terpaksa tolak itu tawaran yg baik hati dari para anggota kelompok mereka itu yang bersedia mengajak saya ikut karena mereka tau saya suka sekali musik dari Plastik, tapi karena saya belum bilang sama orang tua saya yang sudah pasti mereka akan melarang karena diberitahu mendadak, walaupun itu semua asumsi saja di kepala saya karena saya terlalu pesimis duluan padahal belum tanya, makanya saya terpaksa tolak itu ajakan mereka untuk supaya saya bisa ngikut mewawancarai personil Plastik.

Saya cuma melepas kaos dalam saya dan saya berikan kepada salah seorang anggota kelompok mereka itu seraya berkata : “Ndo, gua gak bisa ikut, tapi gua titip ini deh, kaos gua, tolong minta tanda tangan semua personil nya Plastik yah, trus tolong mereka untuk nulisin kalo tandatangannya itu buat gua, suruh tulisin nama gua ya di kaosnya, To Oggy gitu lah, yah pokoknya bgitulah”

Jadilah hari kamis itu saya pulang sekolah, dimana badan saya langsung menempel pada seragam batik merah marun, yg dimana pilihan merah marun itu akibat dari Boss Sekolah saya yang katanya suka warna merah marun itu makanya dia pilihin warna merah marun itu untuk murid2nya semua, katanya merah marun itu warnanya Harvard, saya mengasumsikan Harvard yg dimaksud Boss di sekolah itu adalah Harvard kampus di Amerika Serikat sana dan bukan toko foto kopi di bilangan Pondok Pinang… ya itu tadi, dada saya langsung menempel sama batik merah marun itu karena baju atau kaos dalam saya sudah saya titipkan sama Rando untuk dibubuhkan tanda tangan sama si personil Plastik itu..

Keesokan harinya, hari Jumat, tentu saja, hari terakhir sekolah dalam minggu itu….. Ya, taun 1998 sekolah saya memang telah lama mencanangkan bahwa hari Sabtu adalah sama seperti hari Minggu, yaitu silakan libur kepada murid2nya, karena yah…. kenapa alasannya saya pun tidak pernah dapat penjelasan resmi, tapi karena alasan inilah sebagai utamanya kenapa saya merengek sama Bapak saya untuk disekolahkan di sekolah ini yang warna batiknya merah marun, pagi2 masuk kelas, kaos saya langsung dikembalikan oleh….. saya lupa waktu itu dikembalikan oleh Rando atau Bayu, tapi itu tidak penting sepertinya, kecuali kalo Rando dan Bayu tidak mau saya fitnah menjadi orang yang mengembalikan itu kaos dalam saya kepada saya kembali, pasti mereka akan bilang langsung sama saya kalo saya fitnah, atau bisa saja mereka tidak peduli, pokoknya itu kaos dalam dikembalikan kepada yang punya, yaitu saya, dimana di belakang kaos itu sudah ada tulisan2 yang membuat saya senang bahkan sampai hari ini pun,…. menjadi kaos yang sentimentil buat saya, sama sentimentilnya seperti kaos Puppen saya yang ada tulisannya : Fuck You We’re From Bandung” yang raib digondol maling di Bandung, yah begitulah, kaos dalam yang tadinya menurut saya biasa2 saja, menjadi luar biasa karena ada tulisan tangan seluruh personil Plastik
Nih fotonya :

IMG_6469

Sepuluh tahun lebih berlalu dan disitulah saya berada waktu itu, di Medan, atas permintaan atasan saya yang mengutus saya dan kedua rekan kerja saya untuk menyelesaikan pekerjaan di Medan pada waktu itu karena klien kami berada di Medan, karena kami berpikir bahwa bekerja terus menerus itu tidaklah baik untuk kesehatan, makanya waktu itu rekan saya mengajak kedua rekannya yg lain untuk menghabiskan seperempat malam di sebuah bar, dimana di bar itu akan ada acara Rolling Stone night, dimana pada saat itu si rekan saya itu tau kalo saya suka nonton band2 lokal manggung, setelah mandi dan makan malam sepulang dari bekerja, kami melangkahkan kaki ke Prime Bar Medan,  letaknya di basement Hotel J.W Marriott, kita sudah tau sebelumnya band utama pada malam itu adalah Black and Blue dari Jakarta dan rencananya akan ada cameo panggung oleh Kaka Slank dan Yuki Pas, informasi itu kita tentunya tau dari pamflet dan baligo yang ada di beberapa spot di kota Medan, kebetulan lokasi J.W Marriott pun tidak jauh dari lokasi kami menginap, sehingga kami memutuskan jalan kaki saja ke sana dari hotel tempat kami menginap, dimana kami menginap lebih baik anda tidak usah tau lah, karena tidak penting, bukan karena hotel tempat kami menginap tidak bagus atau banyak kecoak nya, tapi lebih kepada karena tidak penting saja sih,…… ya, kami memutuskan untuk berjalan kaki saja karena dekat, walaupun tidak dekat2 sekali yah, karena kalau dekat sekali kita bisa jalan jongkok kesana, tapi bukan ide yg bagus menurut kami….

Sampai lah kami di Prime Bar, band pertama membuka acara dengan membawakan musik reggae, tidak jelek, bahkan menurut saya bagus sekali itu band lokal Medan yang membawakan reggae, mereka juga sempat membawakan lagu dari Rolling Stone yang di “reggae” kan, sebuah usaha yang tidak sia2 menurut saya karena mereka bawakan dengan cukup apik, kemudian band berikutnya dan berikutnya sampailah kita di penampilan Black and Blue, dimana saya melihat si gitaris rambut gimbalnya itu pake gitar fender dan entah kenapa sedikit teringat dengan seseorang, sampai akhirnya si vokalis memanggil dirinya dengan sebutan Array sang gitaris Plastik yg pada saat ini sepertinya statusnya sedang vakum atau bubar saya tidak tau, di titik itu lah saya kaget agak banyak dan memutuskan untuk bertemu dengan beliau selesai Black and Blue manggung, saya tidak usah ceritakan lah soal acara Rolling Stone night di Prime Bar, karena kan tulisan ini tentang band Plastik dan betapa band ini punya tempat yg spesial buat saya, ya pokoknya anda bayangkan sendiri lah, bar, penuh orang yg suka band Rolling Stones, beberapa meja di buka oleh orang yg menurut hemat saya lebih pantas berada di acara rave party, alkohol, Kaka Slank, Yuki Pas, Bongky BIP, alkohol, yah anda bayangkan sendiri lah

Selepas Black and Blue turun panggung, rekan kerja saya mengisyaratkan untuk segera angkat kaki, saya minta waktu sebentar untuk ketemu Array dan bergegas ke lantai atas dengan sebelumnya meminjam ponsel berkamera milik rekan saya itu, saya sampai diatas dan ketemu Array yang sedang bersender kemudian mengajaknya bicara ditengah hirup pikuk orang2 banyak dan berisik keluar dari sepiker bar, saya bilang sama dia tentang kejadian 10 taunan yg lalu, tentang wawancara oleh anak sekolah yg ingusan, tentang perihal kaos dalam saya yg ada tulisan tangan beliau, tentang kebetulan saya sedang ada di Medan karena pekerjaan dan kebetulan bertemu beliau disana, yah nampaknya beliau lupa2 inget tapi tak mengapa sih, sebenernya saya cuma ingin menyampaikan hal2 tadi ke beliau, setidaknya menunjukkan…. apa lah namanya, apresiasi lah dan semacamnya, semacam terima kasih karena waktu itu band dia sudah bikin saya punya hidup lebih menyenangkan bahkan sampai sekarang pun sampai ketika saya sudah jadi pegawai rendahan…. kami akhiri pertemuan tersebut dengan berfoto bareng, sekali saja, sekali jepret saja, tapi sudah sempurna itu foto…. saya ucapkan terimakasih, dan sekali lagi bilang bahwa pertunjukannya malam itu keren sekali sekaligus mengkonfirmasi statusnya sebagai gitaris Steven and Coconut Trees dimana fakta itu saya baru tau di malam itu dan sedikit membuat saya merasa bodoh juga, tapi yah setelah saya jabat tangan beliau, saya pun pamit sambil menyimpan harapan mudah2an saya masih bisa melihat aksi beliau di panggung, sukur2 bersama band kesayangan saya, PLASTIK
saya tidak bohong ketika saya bilang ketemu Bapak Array di Medan, ini buktinya, mudah2an Bapak Array tidak keberatan fotonya saya tempel disini, kalo keberatan saya mohon maaf dan akan saya hilangkan dari peredaran sesegera mungkin, sekian, terimakasih. Semoga saya tidak menjadi Error kemudian menjadi Instalasi Diam dan Statis secara bersamaan Seperti Gula yang dikerubungi semut sampai bingung Harus Mulai Darimana, =1

P270148_07.52

Toni Jack’s Indonesia, (quick review)

Posted in Uncategorized on Oktober 12, 2009 by dogongdoging

TJ logo

Tadi nyempetin nyobain Toni Jacks di Arion Plaza rawamangun, niatnya pesen 1 burger plus satu paket nasi ayam biar reviewnya agak komplit, tapi baru inget blm ambil duit, jadinya yah disesuaikan sama duit yg ada di kantong,

Gua beli Paket Marah 2, isinya 1 Super Jack, 1 Kentang goreng 1 softdrink

Super Jack ini semacam double cheeseburger kalo di A&W, dan kalo kata gua sih rasanya mirip, rotinya lembek, lebih lembut daripada roti yg dipake McD untuk burger/cheese burger/fillet of cheese, gua pribadi sih suka nih burger, karena saos nya gak asem, gua gak suka burger yg asem, trus ada potongan bawang bombay dan selembar keju warna kuning tua yg lembek, ini jg gua suka, saos nya agak cair, kurang kental, jadinya makannya rada belepotan, tapi nikmat2 aja sih,…

naah, sayangnya ukuran burgernya gak sebesar harga paket nya yg Rp36,000…. yaa tidak sesuai ekspektasi lah, soalnya denger2 kan harganya relatif murah dibandingin “the other one”…. tapi semua ketutup sama rasa burgernya, karena ya itu tadi, saosnya gak asem, saos asem di burger sama pickles yg telampau asem tuh bikin gua ilfil,… tapi Super Jack gak asem, jadinya yah sepadan lah buat gua harga Rp36,000 untuk paketan burger + kentang + softdrink

kentangnya biasa, rada peot walaupun disajikannya masih hangat, tadinya mau sengaja didiemin sampe dingin, pengen tau peotnya segimana, tapi karena perut lapar, kelupaan dan kentangnya ludes…. hahaha…

salah satu kelemahan Toni Jack’s adalah kemasan, tempat burgernya styrofoam biasa warna putih, tempat kentang gorengnya juga warna putih walaupun ada logo TJ nya, tapi kecil juga logonya, kurang “catchy”

pelayanan standar lah, ramah dan informatif, murah senyum……

secara umum sih gua suka yah Super Jack, gak banyak burger yang “default” nya gua demen, rotinya keras lah, hambar lah, saosnya asem lah, acar atau pickles asem lah, patty nya kering lah, Super Jack adalah double cheeseburger yg tidak punya karakter2 seperti diatas,… jadi khusus untuk Super Jack saya berikan 4 bintang dari 5 bintang

akhir minggu ini mau cobain menu lain di TJ Bandung…. nantikan review selanjutnya !!

Umra, the spiritual journey

Posted in Uncategorized on September 25, 2009 by dogongdoging

Saya dulu dikasih kesempatan umroh gratis, nenek saya yang bayarin, karena nenek saya baru dapet rejeki dan kebetulan merupakan orang yg murah hati, saya dan beberapa sepupu diberi kesempatan untuk mencicipi umroh, tanpa harus ngeluarin urang sepeser pun, walaupun saya sebenarnya lebih senang kalo diberikan sebuah head amp Marshall JCM 2000 Dual Super Lead, tapi yah namanya hadiah dari nenek tersayang, pastinya saya terima dengan hati lapang dan tangan terbuka, pikir2 saya pun jadi punya alasan untuk menunjukkan bakti saya dan mengambil peran untuk menjaga adik2 sepupu saya karena saya cucu paling tua walaupun bukan yang paling bisa diandalkan…

Ternyata oh ternyata perjalanan tersebut memang jadi perjalanan spiritual yang baik buat saya, dulu sih saya paling males kalo denger cerita orang yang nyuruh2 saya berangkat haji atau umroh karena katanya mereka banyak sekali pengalaman spiritual yang didapatkan, karena saya orangnya pesimis dari lahir, saya gak percaya, tapi setelah mengalami sendiri ternyata saya jadi percaya bgt. Saya mau bagi beberapa pengalaman perjalanan spiritual saya. People actually DONT GIVE A SHIT to others

Kan kalo yang namanya umroh tuh ada beberapa ritual yang mesti dijalankan yah, salah satunya itu Thawaf, karena itu merupakan rukun, jadi harus dilakukan, thawaf itu mengelilingi Ka’bah beberapa kali, saya lupa 7 kali atau 9 kali, pokoknya berjalan mengelilingi Ka’bah deh, nah, Ka’bah itu sepanjang waktu kecuali waktu Sholat tidak pernah kosong sekitarnya karena menurut cerita, Thawaf itu pasti akan terus ada sampe hari kiamat, makanya cenderung penuh terus di sana, pas saatnya saya beserta rombongan melakukan thawaf, lebih dari 30 kali kaki saya diinjak sama orang, badan saya pun tak terhitung berapa kali didorong sama orang, yang paling JUARA sih ketika kaki saya DIGILAS pake kursi roda, dan semuanya tidak ada yang memalingkan mukanya kearah saya saat itu, CUEK semua, mungkin saya yang gila, selama ritual ibadah saya selalu menjaga badan saya agar tidak mem-violate orang lain, fisik maupun mental, maksudnya saya sebisa mungkin tidak menyakiti orang lain karena saya diinformasikan kalo disana tuh orang2 tumpang tindih ketika ibadah… tapi saya kok pas disana ngerasa kaya orang goblog…. Saya memang cenderung bisa sabar untuk masalah2 seperti diatas tadi, untungnya bgitu, jadi yah bukan masalah besar buat saya. Walaupun setelah digilas kursi roda itu saya berusaha keras untuk menahan sakit dan tidak terduduk.

Terus ada lagi neh, fenomena nyium Hajar Aswad, kan di Ka’bah tuh ada batu hitam yang katanya dari surga, tadinya tuh batu warna putih, tapi karena sering dipegang dan dicium orang malah jadi item karena dosa orang2 yang megang nempel disitu juga, yah bener atau nggak itu sih saya gak persoalkan, yang pasti nyium Hajar Aswad tuh bukan ibadah yang signifikan, bahkan banyak yg bilang bukan ibadah, saya emang lebih sepakat sama yg kedua, karena saya emang tidak suka ibadah yang besar muatan simboliknya. Nah, masalahnya yang berpikiran seperti saya tuh ternyata sedikit, kebanyakan orang justru nafsu bgt kalo nyium Hajar Aswad, sering lah pasti kalian denger pengalaman spiritual orang2 yg haji dan umroh ketika mereka cerita berhasil nyium Hajar Aswad, saya tidak melakukan ritual tersebut, tapi saya melihat orang banyak yg berusaha melakukan ritual itu secara langsung, orang-orang berebut, laki-laki, perempuan, tua, muda, kuat dan lemah, mereka semua berebut, memperebutkan sentuhan dan ketika sudah menempelkan tangan di batu itu selalu berusaha berlama-lama, jadinya makin ancurlah tuh antrian (eh, bukan antrian, kerumunan massa), orang berdesak2an dan banyak yg kejepit2, yg badannya kecil dan lemah dah pasti mampus lah….

Kejadian serupa juga saya alami di Masjid Nabawi, di Madinah, di Mesjid ini kan katanya ada makam Rasul terakhir, wah itu yang namanya abis sholat fardhu orang rebutan desak2an pengen ngelewat tuh makam, belum lagi setiap sholat fardhu pun orang rebutan sholat di Raudhah, gua kurang ngerti juga sih maksud dari tempat ini, orang2 sih bilangnya kalo doa disana pasti munajab doanya, MAKA DARI ITU JADI REBUTAN dan orang2 berdesak2an mendorong2 satu sama lain supaya dapat dikabulkan doanya, BAGUS BANGET, HEBAT, LUAR BIASA, yg lebih hebat lagi cerita orang yg dengan nafas haru menceritakan keberhasilan mereka bisa sholat di area itu, saya telah melihat keadaannya seperti apa disana dan sulit sekali menghilangkan predikat “OPORTUNIS” di kepala saya terhadap orang itu, yah mirip juga sama yg nyium Hajar Aswad dan yg solat di dalam tembok melengkung kecil di Ka’bah, saya lupa namanya, katanya disana mustajab juga doanya, MAKANYA JADI REBUTAN,

Rombongan kami berangkat menggunakan travel, di paket travel itu emang udah termasuk jalan2 ke beberapa objek wisata, Saudi saya kira negara kaya, tapi ternyata emang mereka mungkin ga peduli juga, lu bisa liat tuh foto nya diatas kan? itu foto saya ambil di Jabal Nur, duh lupa namanya apaan, kalo gak salah Jabal Nur, pokoknya tempat dimana Adam dan Hawa kembali bertemu di dunia setelah dibuang dari surga ke bumi, katanya disana lah mereka bertemu kembali setelah lama terpisah setelah di buang dari surga, makanya katanya tempat itu mujarab buat yang pengen punya jodoh atau ingin di-rejuvenate kehidupan perkawinannya. Intinya tempat itu emang simbol cinta katanya, dan saya ambil foto itu disana. Masjidil Haram dikelilingi sama pertokoan dan yang pasti nya tempat penginapan alias hotel2, dari bintang sedikit sampai bintang banyak, bangunan-bangunan itu sering bgt diancurin karena masjid sering di gedein, diperluas karena dah ga cukup buat nampung lagi orang yg banyak, makanya mungkin itu jadi penjelasan kenapa sekitaran Masijdil Haram tuh bronx bgt kalo kata gua, kotor, gak rapih, chaos lah. Saya jadi mikir kalo inget orang2 yang dengan gampangnya bolak balik haji tiap taun, pastinya dia kan ngambil jatah orang yang belum pernah sama sekali kesana, ujung2nya emang ibadah kaya gitu tuh lu harus rebutan, karena banyak orang yg udah haji pengen haji lagi, satu sisi ibadah, satu sisi lagi dont give an asshole shit about others, emang hal2 kaya gini yang gua rasa membuat perjalanan spiritual taun 2006 kemaren sangat-sangat berkesan,…. belum lagi kenyataan dimana pas gua liat sendiri para royal families itu punya istana di setiap tebing2 luas di padang pasir, kalo ngeliat foto diatas tadi KEREN BANGET !! Terus perlakuan beda terhadap etnis tertentu disana pun sangat membuka mata, apalagi pas jalan-jalan ke peternakan onta, hahahah, gak enak tapi kalo diceritain,…..sedikit bahaya ceritanya…

Saya berterima kasih sama Nenek saya, benar2 pengalaman spiritual yang berkesan buat saya.

Anarchy in my office

Posted in Office and stuff dengan kaitan (tags) , , , , on Mei 11, 2009 by dogongdoging

Kebiasaan saya di kantor bisa membuat seorang aktivis Greenpeace ingin menancapkan paku berkarat ke kedua belah mata saya, manajemen kantor saya cukup ramah untuk menyediakan puluhan gelas plastik untuk karyawannya pergunakan, berada di kantor akuntan membuat banyak penghuni nya kecanduan kafein dan air mineral, manajemen kantor pun menyediakan bergalon-galon air mineral untuk dikonsumsi para karyawannya, mungkin untuk productivity booster, entahlah, saya pun tidak terlalu peduli.

Gelas2 plastik tersebut biasanya di sediakan pagi hari dan biasanya tidak sampai 3 jam gelas plastiknya sudah ludes dipergunakan untuk menampung air berkadar kafein tinggi dengan air mineral pelepas dahaga paranoid akan gagal ginjal. Orang2 yang terlambat datang ke kantor terpaksa gigit jari karena kehabisan gelas plastik, memang seharusnya orang-orang ini mengadopsi perilaku rekan-rekannya yang membawa sendiri perabotan penampung air dari rumah yang bisa dipakai kembali, setidaknya orang2 ini tidak akan jadi pemicu ledakan emosi dari aktivis Greenpeace,…

Tapi bukan itu sih yang mau saya ceritakan, hari ini saya datang pagi tapi dengan bodohnya tidak langsung mengambil gelas plastik di pantry, jadinya saya kehabisan dan hampir saja menggigit jari kaki saya, akhirnya atas kebaikan administrator pantry kami, Nyonya Maryati alias Madamme Ate saya dipinjamkan gelas besar yang disimpan di dalam lemari di pantry yang entah punya siapa, Madamme Ate hanyalah berujar “Pakai saja dulu botak…” begitu katanya….

Ya sudah, saya hanya berasumsi gelas ini milik salah satu karyawan kantor saya, mungkin beliau sang pemilik gelas ini sedang berada di klien,….

Malam hari pun tiba, saya sedang menghabiskan bandwidth kantor sambil menunggu bakpaw ceper itu menyiapkan segala sesuatu nya untuk event besok hari, saya pun berkali-kali menyeruput air mineral bersuhu kamar dari gelas pinjaman tadi, sampai akhirnya saya tersadar,…

Pada bagian dasar gelas tersebut ada goresan spidol hitam berupa lambang anarki yang biasanya saya temui di tembok terminal di kota Jakarta dan beberapa tembok sekolah menengah di daerah selatan kota yang sama, saya pun sering melihat lambang atau simbol ini di beberapa kesempatan event yang bernafaskan “kiri”.

Saya potret gelasnya pake kamera ponselnya Maya rekan kerja saya yang mukanya masih saja pucat akibat hipertensi yang dideritanya 3 hari kebelakang karena terlalu banyak bekerja,…. pegawai-pegawai di kantor saya memang semuanya berdedikasi tinggi,….mungkin kecuali saya yang kerjanya hanya menghabiskan bandwidth kantor dengan membaca hal-hal tidak penting di internet semacamnya ITGC, ACL dan GTAG…

Ini gambarnya

Anarchy in the office

Saya tidaklah menyangka ada anarki di dalam kantor saya, sungguh-sungguh tidak menyangka,…. walaupun mungkin saja pemilik gelas ini bernama Azizah atau Alfonso atau Ateng kemudian menuliskan inisial namanya di dasar gelas nya dengan gaya yang kebetulan mirip dengan simbol anarki, mungkin cuma kebetulan belaka.

Namun sungguh saya ingin mempercayai bahwa pemilik gelas ini adalah seorang anarkis dalam hati nya, seorang hipokrit yang tidak mampu menahan gelora hasratnya akan kenikmatan dunia dan konformitas kestabilan dalam demokrasi ekonomi bertajuk kebebasan berdagang (apapun itu artinya) kemudian menanggalkan ideologi anarkis apatis vandalisnya dengan bergabung bersama kami di kantor dimana pihak-pihak yang kami layani jauh dari sifat “anti establishment“.

Tapi setidaknya engkau masih meninggalkan jejak vandalismu dengan menorehkan logo anarki di dasar gelas milikmu ini yang saya yakin tidak seberapa harganya…

Terima kasih buat pinjaman gelasnya kawan, karena anda saya merasa bahwa masih ada :


ANARCHY IN MY OFFICE !!!

Love doctor Pt.2 (Agape-Eros-Philia)

Posted in Love is Suicide dengan kaitan (tags) , , , on Mei 11, 2009 by dogongdoging

babeh yang terhormat,

Saya ingin tahu apakah disini sekedar membahas eros/cinta kepada lawan jenis?atau bolehkah saya menanyakan kepada anda tentang agape/cinta terhadap ilahi?jika boleh, saya ingin menanyakan sesuatu…
ketika kita sedang suka sama seorang wanita atau menebar kasih dengan sesama, kita rasakan hangat hadirnya atau fisiknya…meski cinta itu sendiri absurd dan tak kasat mata. seperti angin yang mengelilingi tubuh kita. tapi, saya jatuh cinta kepada empunya surga. Pada proses yang panjang dan tak terjabarkan. lebih rumit dengan sekedar pacaran yang saya alami. Dia tak nyata dan tak pernah ada. hanya imajinasi bentukan manusia. Hasil dari keterbatasan indera saya. Saya cinta padaNya tapi saya tak pernah bertemu dengan Dia. Kata orang2 ini wajar. tapi saya rasa ini gila! Apakah saya normal jika menolak bercinta dengan Dia yang tak nyata?

Bpk. aiueo

—————————————

Dear Bapak aiueo Yth.

aah yaa….terima kasih banyak atas surat dari anda yang telah masuk ke redaksi kami, sejenak saya terbuai ratapan nostalgia perjalanan hidup saya selama 1 semester di kampus yg terdahulu……

Tentu saja bukanlah hal yang tabu menurut saya untuk kita membahas tentang cinta kepada Sang Penguasa, maka pembahasan ini sangatlah dianjurkan sebenarnya untuk supaya kita semua mendapatkan ketenangan batin yang abadi…..

Seperti yang telah saya dapatkan setelah bertahun-tahun bergelut di rubrik cinta dan mengamati berbagai macam aneka ragam fenomena2 konyol dari cinta, memang sebenarnya belum banyak yang saya dapatkan dari fenomena cinta kepada Sang Khalik,

Philia, eros atau cinta terhadap sesama pun yang sedemikian kompleks dan sarat muatan irasional masih sangatlah kalah jauh misterius dibandingkan dengan perilaku-perilaku dari manifestasi cinta terhadap Ilahi…..

Ah yaa…..nampaknya lagi2 kapasitas otak saya pun tidak sanggup untuk mencerna sebuah rangkaian jawaban yang cukup definitif dan memenuhi syarat ejaan yang disempurnakan untuk pertanyaan dari anda ini, saya rasa anda cukup brengsek juga tampaknya membuat saya menjadi pusing, tahukah anda bahwa saya ini disini mengasuh rubrik LOVE ini tanpa dibayar sepeser pun oleh admin kita yang tercinta??? Betapa saya mengais-ngais isi dompet saya untuk bisa nangkring di sebuah warnet di bilangan sukaluyu yang koneksinya tidak seberapa ini, kemudian anda mengirimkan surat yang isinya lebih pantas untuk diserahkan pada Guru besar filsafat Universitas Parahyangan???

Tapi tidak apa2, toh rubrik ini saya penguasanya jadi yah anda terima saja jawaban saya yang anti absurd ini, seperti yang kita ketahui alasan kenapa kita bisa cinta sama sesuatu atau sama seseorang, alasannya bisa bermacam2 diantaranya adalah adanya hubungan darah, ya ya ya ya….suka atau tidak struktur masyarakat memberikan kontribusi pengaruh yang saya rasa cukup besar pada pola perilaku seseorang kepada orang tua nya atau siblings, untuk lingkaran keluarga yang lebih kecil, kemudian kita bicara phillia atau cinta sesama, saya pikir hal ini ada dalam teori piramida Maslow, lupa juga saya sebenernya…… menurut saya adalah kecenderungan bagi orang untuk memerlukan/butuh memberikan sebuah afeksi atau kasih sayang kepada sesamanya karena didorong oleh nafsu pribadi saja….mmmhh…..mungkin terlalu dini kalo kita sebut pamrih, karena pada beberapa orang, diri mereka akan merasa tidak nyaman atau timbul gejala2 insecurities ketika tidak berbuat baik terhadap sesama atau bahkan berbuat jahat, menurut saya inilah dasar dari philia, ujung2nya memang membuat diri sendiri merasa nyaman….emang dasar manusia…

Kemudia kita beralih pada eros, naah, apakah solely driven by lust??? oh no no no, i havent figured out that one yet, tapi yah gimana namanya juga eros = erotis, anak dari dewi aphrodite kalo ga salah, yah…seksual2 juga,…. oh yes, oh no ,oh yes ,oh no………….

terima kasih buat dosen saya dulu Pak Yahya, saya masih ingat kuliah dari Bapak……

kemudian Agape = cinta tanpa batas, yaahh gampangnya mah cinta tanpa batas enaknya diberikan pada Dzat yang tanpa batas juga bukan?? sepertinya lebih cocok, ibarat lirik lagu metal yang berima setiap barisnya……… dan anda tidak usah khawatir memberikan cinta kepada sesuatu yang misterius luar biasa, anda tidak dapat merengkuh Nya, biar Dia yang merengkuh anda, anda tidak dapat mengerti Kuasa Nya, biar Dia yang mengerti anda dengan Kuasa-Nya, anda tidak dapat melihat Nya, biar Dia yang melihat anda, dan ketika anda pun ingin berpaling karena muak mencintai yang tidak ada dan tak nyata secara empirik, ketika persamaan matematik menjadi juara dan teori Darwin merupakan teori yang lebih dimasuk akal pun yah, tidak ada yang bisa menyalahkan anda, rasakan saja apa yang anda rasakan, kalaupun hanya menjadi candu atau placebo doang yah biarkan saja dan nikmati sensasi keberadaan cinta yang memang aneh bin misterius itu, …….

dulu dosen filsafat gua pernah bilang, kalo proses pencarian Tuhan itu didasari juga pake cinta platonik yang menafikan nafsu(??), pamrih dsb dimana kita mendasarinya dengan kebaikan, maka kita akan mendapatkan jawabannya lebih mudah……itu seinget gua….entah itu jawaban orang utopis super optimis kuadrat, tapi entahlah…….gejolak dan gelinding roda kapitalisme dan konco2 korporatokrasi membutakan indera kita untuk terlena dan termakan bujuk rayu menginvestasikan waktu hidup kita yang tidak seberapa ini untuk berkutat dengan grafik2 statistik, jurnal2 akuntansi, gambar teknik, sistem fluida untuk dapat mencicipi setetes madu dari keran kemapanan yang telah dengan suksesnya di benamkan di setiap kepala kita ini oleh keparat2 dari……………….mmh……..entah dari mana, sehingga membuat kita tidak banyak meluangkan waktu untuk bersenang2 dengan agape……

seperti kata Morgan Freeman kepada Kevin Costner di film Robin Hut

“There’s no such thing as a perfect action, only perfect intentions”

Lagi2 hollywood……basi luh….

An ode to my heroes

Posted in Random babbling dengan kaitan (tags) , , , , on Mei 11, 2009 by dogongdoging

Kamu punya pahlawan lokal? saya punya, banyak malah, tapi untuk kesempatan kali ini saya cuma akan bercerita tentang pahlawan lokal yg sangat-sangat signifikan di karier permusikan saya, sekedar penghormatan dan untuk menunjukkan betapa saya sebenarnya sangat berterima kasih..

1. Ade Ratna Nurasieh

Saya sudah suka musik dari kecil, tapi baru bener-bener pengen main musik gara-gara kebanyakan dengerin The Smashing Pumpkins sama Ignite, plus di picu sama bandnya temen SMP saya dulu, mereka mainin Metallica sama Marilyn Manson waktu itu dan saya berkata pada diri saya sendiri sehabis melihat mereka manggung kalau saya pun bisa, nah karena memang saya sudah terkontaminasi sama The Smashing Pumpkins dalam tahapan akut, orang pertama yang saya ajak main band yah perempuan lah, si Ade ini saya daulat untuk jadi pemain bass, ya dan semua karena IMAGE!!! karena saya ingin memiliki band seperti The Smashing Pumpkins, membawakan lagu-lagu mereka dengan komposisi personil yang sama persis seperti The Smashing Pumpkins dimana saya berperan layaknya Billy Corgan bernyanyi sambil memainkan gitar, tapi karena waktu itu belum bisa ngulik lagu dengan bener, jadinya kita cuma bawain Oasis sama Foo Fighters plus lagunya Netral yang “Walah”, lagu wajib anak-anak SMP saya dulu yang main band, itu pun kordnya nyontek dari MBS, saya pun masih belum bisa mengambil peran sebagai vokalis.

Ade orang yang membuat saya merasa tidak sendirian, dia mengamini impian saya waktu itu untuk memiliki sebuah band utuh dan kemudian membuat lagu dan kemudian membawakannya di sebuah event underground, Ade sangat-sangat apresiatif untuk seorang anak perempuan yang masih SMP, dia saya anggap bisa mengimbangi selera musik saya saat itu, plus bahasa inggrisnya melebihi saya yang sebenernya merasa superior untuk kemampuan bahasa inggris diantara anak-anak yang lain saat itu, belum lagi attitude nya yang saya tidak bisa deskripsikan karena belum tahu kata “bitchy” saat itu, Ade orang pertama dalam hidup saya yang “menjaga mimpi” saya, tergabung di sebuah band dan main musik saat itu di SMP saya dianggap subversif dan membuat kita beberapa kali keluar masuk ruang guru untuk di interogasi, dulu kadar oportunis saya memang masih besar, tapi Ade stood up, berdiri dan melawan, naluri ke laki-lakian saya yang dasarnya tidak mau kalah sama perempuan sukses mengantar saya untuk berada di sampingnya untuk turut melawan dan menjaga mimpi kami, nama band kita Distortion waktu itu, dari dulu udah sok-sokan filosofis, maksud dari Distortion dulu kita anggap sebagai penyimpangan yang positif, saya lupa sebenernya apa itu bener-bener kita niatin atau cuma akal-akalan untuk ngadalin guru doang, tapi Distortion emang bukan formasi The Smashing Pumpkins banget sih, kita pun nggak pernah bawain lagu dari The Smashing Pumpkins. Setelah lulus SMP kita sekolah di sekolah yang beda walaupun kita  akhirnya sempet bikin band berformat The Smashing Pumpkins dan sukses membawakan 1979 di khalayak ramai saat itu, obsesi yang tercapai. Ade mungkin sekarang sudah tidak main musik lagi, tapi apresiasinya sama musik tidak berubah, dia bukan tipikal orang yang : “Oh, gua suka musik itu waktu gua SMP”. Musik adalah musik, menyenangkan saat itu, sampai saat ini pun.

2. Maulana Rezi

Pertama kali datang kembali ke bandung setelah 12 tahun aksen sunda saya di rusak oleh teman-teman sekolah saya di ibu kota memang membuat saya sedikit jiper karena saya benar-benar tidak kenal siapa-siapa yang berkecimpung di scene, saya ingin sekali terlibat di dalamnya, cita-cita saya dari SMP, untuk bisa mempunyai sebuah band yang masuk kategori underground, meski dulu gak ngerti2 amat maksudnya apa, nulis lagu sama-sama rekan band saya seenak jidat dan bisa turut membangun scene musiknya walaupun waktu itu gak tau juga mau kontribusi apaan, Universitas Kristen Maranatha adalah kampus pilihan saya yang waktu itu memilih psikologi sebagai major, disanalah saya bertemu dengan Maulana Rezi, orang yang bertanggung jawab atas pergulatan saya di scene musik Bandung, karena orang inilah saya punya kesempatan untuk bergabung di sebuah band “underground” dan bermain-main di scene.

Waktu awal-awal ketemu, Rezi tergabung di Hookers, sama Naya yang sekarang maen drum di Strangers, sama Iwang yg sekarang vokalisnya Silent Farewell….Pas Naya, Tio dan Husen cabut dari Hookers, Rezi yang nelfon saya dan ngajak gabung di Hookers untuk ngisi kekosongan pemain gitar, dan saat itulah debut saya sebagai gitaris di sebuah band yang menurut saya waktu itu masuk kategori underground, sungguh saya kira sebuah prestasi besar pada saat itu, di band ini saya didaulat untuk menyumbangkan lagu, lagu utuh pertama saya pun saya tulis untuk Hookers, liriknya saya dan Rezi tulis bareng-bareng di kamarnya sampai-sampai lupa sholat jumat, sekaligus pengalaman pertama saya rekaman amatir di studio Yess,   setelah Hookers bubar pun Rezi yang ngajakin saya untuk jadi additional player di band mainstreamnya yang baru, Ivory, disitu saya dapet pengalaman dan ilmu banyak bgt, dari teknis sampe soft skillnya, sebelum dan selama perjalanan kesitu pun Rezi udah ngenalin saya ke beberapa orang temennya yg main musik yang akhirnya jadi temen saya juga yang waktu itu saya gak tau beberapa dari mereka bakalan jadi teman band saya nantinya bahkan sampe sekarang. Rezi menurut saya waktu itu adalah orang yang visioner, orang yang melihat ke depan, yang membawa band, yang menjadi motor, dimana saya belajar bahwa di band tuh emang harus ada motor nya, kalo nggak, nggak akan ada yg booking studio, gak akan ada yg ngajak ketemuan untuk bikin lagu, gak akan ada yang nyari gigs, gak akan ada yg bikinin kontrak kerja sama, gak akan ada yg bikin stiker band, dll. Pas di Ivory pun Rezi emang yang paling keliatan profesional, dimana saya belajar kalo show must go on dan bahwa di mainstream tuh banyak pengorbanannya, terutama pas Ivory manggung di BSM tuh, wah parah dah…..

Walaupun Rezi sekarang dah gak maen musik lagi, tapi Rezi yang ngasi jalan buat saya, bener-bener dia yg bukain jalan buat saya yang akhirnya bisa sampe kaya sekarang, walaupun emang saya bukan apa2 di scene, tetapi setidaknya saya udah bisa kontribusi sesuatu dan take proud knowing that i was and maybe will still be part of the scene or the movement or whatever, i owe it all to this guy

3. Abi/Abdee Global Unity

Dulu waktu jaman-jamannya diajak Rezi untuk gabung di Ivory sebagai gitaris tambahan, saya kenalan sama Abdi, Joko sama Elba yang waktu itu diajakin Raja (gitarisnya Ivory-sekarang Drama) untuk jadi kru, nah gara-gara kenal Abdi nih jadinya saya punya banyak kenalan baru perwakilan dari scene hardcore/metal, Abdee yang ngenalin saya ke dunia musik gombrang gambreng yang sesungguhnya, disini saya dapet banyak sekali, awalnya gara-gara diajakin main band bareng-bareng Abdi, anak-anak Disorder Lies sama Heaven Fall, padahal dulu bener-bener gak bisa mainin metal-metalan, hardstrumm up/down stroke adalah hal yang benar-benar baru buat saya pada saat itu, untung dulu si Icha gitaris yg satu lagi mau ngajarin dan cukup sabarlah ngajarinnya, di proyekan band ini ngerasain susahnya ngejalanin proses latian sama ngumpul bareng, inget banget jaman-jaman itu Abdi sering jemput dari Cihampelas ke rumah saya di Sukaluyu naik motor, kita akrobat-akrobatan pake motor sambil bawa ampli kecil dan gitar elektrik ke Logam di rumahnya Viki yg main drum buat nulis dan bikin lagu, well sebenernya lagunya si Icha sih, saya mah lebih banyak proses kursusnya, heheheh……

Abdi juga yang ngenalin saya ke band-band keras yang jadi favorit saya sampai sekarang sebangsanya Poison The Well, Nora, Hopesfall, Lamb of God, Shai Hulud dkk, dulu Abdi suka bawain hard disknya Adog (Right 88) ke rumah dan membiarkan saya mengkopi seluruh isi hard disk nya ke komputer saya, titik dimana saya menemukan obsesi mengumpulkan mp3 dan video musik, obsesi yang tidak terlalu legal sebenarnya….

4. Layala Roesli

Saya memang dulu sempat terdaftar sebagai murid TK dan SD Taruna Bakti, yah emang di SD nya cuma satu caturwulan, karena selanjutnya saya dibawa orang tua ke Jakarta, tapi yang sedikit mistis sebenernya disinilah pertemuan pertama saya dengan calon rekan band saya di Authority yaitu Yala, memorinya mungkin samar-samar, tapi masih bisa tergambar di kepala saya kalau kita memang banyak interaksi saat itu waktu masih TK, walaupun yah saya tidak ingat juga antara Hami atau Yala karena sulit sekali membedakannya ketika mereka masih kecil. Pertemuan kembali saya dengan orang ini di samping sekolah Taruna Bakti waktu itu di atur sama Rezi, ya, lagi-lagi Rezi, yang lucu nya kita sama-sama inget kalo dulu pernah temenan waktu TK, 12 tahun cukup lama padahal…..

Saya diajak untuk gabung di Authority sekitar 2005an, tanpa ada basa basi macem-macem, tiba-tiba diajak latian, manggung dan parahnya nama saya tiba-tiba ada di credit sebagai gitaris di sleeve album, padahal berani sumpah gak ada obrolan soal status saya di band atau apapun,
di saat-saat ini saya mulai banyak interaksi sama Yala dimana sepeninggal Andri yang ngundurin diri sebagai vokalis saya mulai mengambil peran banyak di band ini bareng-bareng sama Yala, kalau nggak dikasih kesempatan ini sebelumnya saya mungkin tidak akan dapat tempaan untuk jadi motor yang bener-bener motor di level kreatifitas dan operasional di band ini pasca keluarnya Andri, apalagi pas Authority ber evolusi dan menggaet gamelan sebagai instrumen utama, apa yang Yala udah kasih sama saya itu kesempatan, itu yang berharga banget, kesempatan membiarkan saya “naik kelas” dan menjadi personil kunci di band ini, membuat saya merasa menjadi bagian dari scene yang sebenarnya, walaupun memang gak pernah ngerasain Saparua tapi yah saya yakin kalo keadaannya berbeda pasti Saparua bisa saya rasakan juga, sebenernya saat-saat itu lah saya ngerasa perjalanan saya sudah komplit, saya sudah ada di jalan yg bener seperti apa yang saya impikan dari saya SMP dimana teman-teman SMP saya yang tadinya jadi inspirasi saya malah satu persatu menggantungkan gitarnya. Dan peran Yala sederhana memang, dia memberi saya kesempatan.

Kepada empat orang ini saya sangatlah berterimakasih,

Kenapa tidak JAPRI ?

Posted in People = feaces dengan kaitan (tags) , , on Mei 5, 2009 by dogongdoging

Apakah anda tergabung dalam sebuah milis? Milis kawan-kawan SD anda mungkin ? Milis hobi ? Milis komunitas capsah ? Atau mungkin milis alumni grup training motivasi yang highly overprice itu, oh tentu anda tidak akan komplain karena kantor anda yang membayar…. Nah, suka ada gak tuh berita atau kabar semacam pengumuman seperti kabar pernikahan, kabar duka, kabar kelahiran anak atau ulang tahun anggota milis ?? Saya yakin sekali milis-milis anda pun terkadang berseliweran dengan kabar-kabar membosankan model bgini, tapi membosankan bisa berubah menjadi mengesalkan dan membuat tangan anda mengepal di depan monitor komputer ketika kabar-kabar tersebut lalu reply alias di balas oleh peserta milis dengan ucapan-ucapan yang :

SEHARUSNYA di JAPRI-kan DAN BUKAN KONSUMSI ANGGOTA MILIS YANG LAIN, TAPI HANYA UNTUK KONSUMSI SI PENGIRIM DAN PIHAK YANG DIBERITAKAN !!

contoh :

Pesan kabar berita :

Dengan kerendahan hati dan rasa ingin berbagi suka cita,
mengharapkan kehadiran kalian di resepsi pernikahan kami,

Sabtu, 1 November 2008
Pukul 19.00-21.00 WIB
di xxx
xxx
Jakarta

Salam,
laki2&perempuan

oke,
kita lihat apa yang masuk ke inbox anda beberapa saat setelahnya

Balasan pertama :
Selamat ya xxx,

Semoga xxx dan suami menjadi keluarga yang sakinah, mawadha dan warahmah dari Allah S.W.T. btw, Insya Allah gw dateng yach…….. .

regards

xxx

Balasan kedua :
xxx dan xxx

selamaaatttt…..akhirnya booooo….huahauau…

Balasan ketiga :
Selamat yach xxx,

Semoga selalu di ridhoi oleh ALLAH SWT menjadi keluarga yang sakinah, mawadha, warohma. gw insyaALLAH bisa hadir di acara resepsi nanti,,

xxx, Doain gw juga yach,,

Balasan ke duaratustigapuluhtujuh :
Congrats,

:)
xxx

dan ini semua dari satu pesan kabar berita, anda bisa perhatikan bahwa semua pesan sejatinya hanya dan hanya tertuju, teruntukkan pada pihak yang diberitakan, bukan untuk konsumsi anggota milis yang lain, ya, saya tidak perlu dan tidak butuh anda beritahu saya kalau anda sangat begitu perhatian dan baik hatinya sampai anda harus proklamirkan bahwa anda menyampaikan salam, doa dan ucapan selamat kepada pihak yang diberitakan. Anda bisa simpan dan kirim basa basi busuk anda kepada orang yang bersangkutan,
Kenapa sih gy, lu gak bisa nyantai aja, kalo lu gak suka lu tinggal apus aja kan? Kenapa sih hidup lu harus dibikin susah?”

Saya mau jawab sebelum pertanyaan ini sampai di mata dan/atau telinga saya :

Saya memang orangnya cenderung tidak pedulian, tapi seringkali saya butuh informasi-informasi berkaitan dengan berita atau kabar yang disampaikan pertama kali seperti katakanlah alamat dan waktu persemayaman terakhir atau rumah sakit dari pihak yang dirundung musibah kematian atau sakit parah, berbeda dengan resepsi pernikahan, saya cenderung untuk mengusahakan datang ke rumah duka atau persemayaman terakhir, alasannya lebih baik disimpan untuk edisi lain. Nah seringnya informasi-informasi detil tentang waktu persemayaman, lokasi penguburan atau kremasi datang belakangan dan disampaikan lewat balasan dari pesan yang pertama alias di reply ke pesan pertama yang sayangnya kalau saya hapus semua saya akan kehilangan informasi yang ada di salah satu pesan balasan diantara ucapan-ucapan belasungkawa yang seharusnya disampaikan kepada pihak yg bersangkutan lewat japri.

“Tapi kan lu bisa telpon gy, tanya temen-temen yang lain, kan lu bilang sendiri ada teknologi yang namanya telpon”

Memang, memang saya bisa telpon, tapi ada kalanya rekan yg terkena musibah bukan didalam lingkaran teman dekat saya dan saya harus menghabiskan waktu dan uang untuk pulsa (yang sebaiknya saya berikan kepada yang terkena musibah) mencari-cari si pemilik informasi, kemudian treatment untuk event musibah sedikit lebih tricky daripada datang ke resepsi pernikahan, saya lebih suka untuk cari informasi dulu soal keadaan yang terkena musibah seperti misalnya jenis penyakit yang diderita, probabilitas untuk sembuh bagi yang sakit keras, kalau yang meninggal saya butuh mengetahui apakah seseorang yg meninggal ini apakah menjadi pilar finansial bagi keluarga yang ditinggalkan karena akan menentukan jumlah uang yang akan saya berikan kepada keluarganya, tapi hal-hal seperti sungguh sangat sensitif dan sangat-sangat tidak appropriate kalau saya tanyakan langsung kepada pihak keluarga, lebih baik saya identifikasi anggota keluarga yang sekiranya “aman” untuk diajak bicara masalah seperti ini atau teman dekat keluarga atau anggota milis yang mengkoordinasikan sumbangan untuk pihak keluarga yang dirundung musibah, kalau saya tidak tau siapa pemberi informasi di milis, saya tidak bisa kontak dia per telpon untuk mendapatkan informasi tersebut. Maka dari itu seringnya saya scanning satu-satu pesan balasan yang seharusnya jadi japri untuk mencari informasi setelah sebelumnya mengirim pesan balasan mencari tau anggota milis yang bisa memberikan informasi lebih dalam yang lebih patut menjadi pesan balasan dari pesan berita yang pertama dan bukan malah ucapan belasungkawa yang seharusnya jadi japri.

“Alasan lu maksa ih, apa susahnya sih scan satu-satu, kan demi temen lu juga, katanya peduli, cape dikit napa sih?”

Ya, mungkin saya tidak segitu ikhlasnya untuk scan pesan balasan kalian satu persatu walaupun toh tetap saya lakukan juga kalo kepepet, yang jadi beban buat saya adalah ketika harus membaca pesan-pesan basa basi kalian yang sama seperti saya yang tidak segitu pedulinya untuk sekedar berusaha sedikit untuk mengirimkan pesan belasungkawa lewat japri, karena memang benar, jauh lebih mudah untuk tekan reply di pesan kabar yang pertama dan biarkan semua orang membaca pesan anda daripada compose pesan khusus kepada pihak yang bersangkutan, mungkin saya dan anda sama-sama tidak peduli, seharusnya saya tidak buat tulisan ini karena saya dan anda sama-sama tidak segitu pedulinya…..

Situasi menyebalkan part 1

Posted in People = feaces dengan kaitan (tags) , , , , , , , on April 28, 2009 by dogongdoging

Gua punya tendensi negatif sama makanan berat yang manis2, bangsanya semur, gudeg, ayam kecap, tempe/tahu bacem dkk, walaupun bikin pengecualian buat karedok, gado2, pecel sayur (biasanya yang manisnya pake kacang) gua bikin standar ganda lah buat makanan2 yang manis kaya gitu, banyak yang gua suka, kaya bumbu kacangnya sate kambing, termasuk juga berbagai jenis kue manis, walaupun ga semuanya gua suka….

Nah, seringkali pas jamuan makan bersama yang dikoordinir keluarga besar atau kerabat atau siapapun dimana menu makanannya tidak dalam kendali gua itu disuguhkan makanan2 yg gua benci diatas, sebagai orang yang ga pengen bikin ulah macam2 dan tunduk pada konformitas budaya orang kebanyakan, gua berusaha untuk tetap sopan dan ga banyak protas protes, toh gua dijamu, masa gua ngomel2, udah untung dikasih makan, bgitu gua pikir…

Nah, solusinya apa dong?? nyium baunya aja gua enek, pengen muntah, apalagi gua makan tuh makanan… ya udah, gua sering menghindar dari meja makan dan biasanya ngambilin makanan kecil sama minuman yang masih dalam batas toleransi lidah gua, pura2 sibuk ngemil lah…. terus apa coba?? dalam keadaan kaya gitu sering banget orang nawarin gua makan, terus gua suka bingung jawabnya apaan…. kalo gua bilang :
“Apa??? Are you kidding me motherfucker??? You want me to eat that shit??? Go jump in the lake fuckface!!!” ga sopan lah yah…..kalo gua bilang :
“Wah, sori, gua ga suka makanan manis macem2 gudeg dkk… Enek gua makan bgituan, tapi gua udah sibuk ngunyah kulit jeruk ini kok, nyantai aja kali….”

sopan ga tuh??? Gua ga ngerti budaya kita yang bilang ga sopan udah disuguhin makanan terus ga kita makan….Oooh terus kalo kita disuguhin tai kambing goreng, kita makan juga gitu??? Hoh, tolol sekali…. Dari awal gua dateng kesana pun gua ga minta disuguhin macem2, tapi kalo gua ga suka yah terima lah, ga usah banyak ngarep makanannya bakal gua sikat habis, kecuali lu nyuguhin sop kaki kambing, yah kalo bgitu mah maap2 aja kalo gua ngambilnya banyak2,…..salah lu juga yang nyuguhin bgituan sama gua, goat eater…..

Kenapa kita dianggap gak sopan kalo ga makan sesuatu yang disuguhin orang?? Oke, orang bisa sakit hati kalo udah nyuguhin makanan/minuman terus ga diminum/dimakan….. Tapi pernahkah orang2 goblok itu mikir kalo dia maksa gua makan gudeg itu sama aja kaya maksa gua makan anjing tanah, kalo kata orang sunda mah “Geuleuh” atau jijay kalo bahasa gaulnya…. Sakit hati gua kalo dipaksa makanan bgituan…. Apakah mereka memikirkan apa yang membuat gua sakit hati?? OMONG KOSONG….. budaya bgituan cuma nguntungin pihak mereka doang yang HYPEROMNIVORANICUS pemakan segala sebagai manifestasi kesopanan yang terbalut hipokrit dan kemunafikan, kalo ga enak bilang lu ga suka, jangan lu makan, kalo enak bilang lu suka dan lu makan, dan plis lah jangan paksa gua makan suguhanlu itu kalo gua ga suka.

Bagaimana dengan sakit hati??? DEAL WITH IT!!! ada beberapa orang yang datang atas undangan makan lu itu dengan susah payah dan mengorbankan sesuatu untuk bisa datang, setidaknya hargai usaha orang2 tersebut dengan tidak memaksa mereka makan sesuatu yang mereka tidak suka, biarkan kami memilih motherfucker!!!  Dan hentikan tawaran makan basa basi yang sering digumamkan orang ketika mau makan dan melihat sekitarnya belum memegang piring berisikan makanan….

“Makan mas?” ——->

apaan sih nih?? nawarin gua makan?? sekalian ama piringnya lah!!! Ga usah bacod basa basi bgituan sama gua, please dong lah..

. sama aja kaya pake name tag bertuliskan “LIAR”, dari awal lu ga pernah berniat ngasih makanan itu ke gua kan??? Ya udah lah, ga usah bacod2an segala lah anjislah….



10 alasan, kenapa kamu sebaiknya tidak datang ke acara wisudaan kamu sendiri….

Posted in 10 Alasan dengan kaitan (tags) , , , , , , on April 28, 2009 by dogongdoging

10 alasan, kenapa kamu sebaiknya tidak datang ke acara wisudaan kamu sendiri….

  1. Jalanan sekitar kampus kamu bakalan macet total, buat beberapa orang spanduk bertuliskan “Mohon maaf perjalanan kamu terganggu, ada wisuda Universitas …..(isi sendiri)” tidaklah cukup untuk mengobati kesengsaraan akibat kemacetan. Akibat dari kemacetan, banyak orang yang punya hajat….hmm let’s say pacaran misalkan, kan biasanya wisuda tuh sabtu kan yah, mungkin dikiranya kalo hari Sabtu orang ga banyak pake jalan raya (Tetot!! You guess wrong)….Coba lu bayangin seorang laki2 yang janjian sama cewenya untuk jalan2 keliling kota Bandung jadi telat gara2 lu wisuda, trus dia diputusin…mampus kan? Dan siapa yang dia sumpahin? Pasti elu2 semua yang pada hadir di wisuda…. Kira2 bunyi sumpahannya seperti ini “Anji@#, dasar gobl%^, gua sumpahin lu semua jadi pengangguran dasar mahasiswa sialan+keparaaat!!!!”
  2. Jangan harap lu bisa dapet parkir, ngarep….kecuali lu mau dateng pagi2 buta supaya bisa dapet parkir enak, HAH!!! buat lu2 yang cewek udah sukur ga telat dateng gara2 pasang make up terlalu lama…belum lagi kostum kebaya dengan embel2 macem2…
  3. Kasian tukang sampah, lu tau sendiri kultur pedagang kita yang menganut prinsip siraru (ngengat/laron) yang ngerubungin cahaya, bedanya disini para pedagang ngerubungin venue rame yang ada banyak potensial konsumennya, permasalahannya bukan pedagang, tapi konsumen2 brengsek itu yang buang sampah sembarangan, sekitar lingkungan kampus jadi berantakan.
  4. Noda ketiak di kemeja atau kebaya anda sungguh bukan pemandangan yang enak dilihat, terima kasih buat pemanasan global, suhu di kota2 besar makin tinggi, oke, pakaian standar apa yang biasa dipake dibalik toga murahan kalian?? Laki2 paling kemeja, yang niat mah biasanya pake jas, ide yang baik untuk menutupi noda ketiak akibat keringat yang berlebihan, oke, saya tau panas, tapi berbuat baik untuk orang sekitar saya rasa adalah tindakan terpuji, ingat!! Anda udah disumpahin sama si cowo yang diputusin ceweknya, hal terakhir yang anda butuhkan adalah lebih banyak orang mendoakan anda yang buruk2…Dan buat para cewek saya mah usul supaya dibalik toga kalian itu kalian pake kutang sajalah.
  5. Buat para cewek2, kalian buang2 make up…..Saya yakin kebanyakan toga dari kampus itu terbuat dari bahan yang ala kadarnya tapi highly overprice, belum lagi terik matahari, make up anda akan terbuang percuma oleh keringat, jadi hemat pemakaian make up anda, karena lebih baik menyimpannya untuk kebutuhan yang lebih urgent, seperti main2 ke club, pacaran, ngeceng dll.
  6. Tidak baik menyiksa orang tua anda, buat beberapa dari anda yang kebetulan kuliah di kampus yg punya fasilitas hall besar dan ber-AC bersyukurlah, bagi yang tidak, apakah anda tega membiarkan orang tua anda berpanas-panasan, berdesak-desakan hanya untuk melihat anda wisuda?? Belum lagi aktivitas menunggunya, kalo pun memaksa yah saya sarankan untuk bawa kipas angin bertenaga batere atau kipas yang biasa di kasih dari suvenir resepsi kawinan, bawa 2, eh, bawa 3 sekalian….satu untuk ayah anda, satu untuk ibu anda dan satu lagi cadangan…
  7. Menunggu bukanlah aktivitas yang menyenangkan, berapa diantara kalian yang pernah wisuda benar2 mendengar apa yang dikatakan rektor anda ketika melepas anda ke masyarakat?? Saya kira tidak banyak, yang anda lakukan lebih banyak menunggu untuk dipanggil dan tali topi anda dipindahkan posisinya oleh birokrat kampus, apalagi kalo fakultas anda kebagian akhir2,jadi aktivitas menunggu biasanya diselingi dengan obrol2 tidak penting dan menyebalkan , biasanya seputar mau kerja dimana, kapan kawin, sewa kebaya dimana, siapa pendamping wisuda, cuma sedikit yang ngomongin band, soalnya yang ngeband dikit….syukur kalo disamping anda ada perempuan cantik, tapi kalo si Muladi yang berada disamping anda dengan bau badannya? Saya kira anda lebih baik tidak berjudi dengan probabilitas yang tidak menguntungkan anda sendiri, lebih baik tidak usah datang sekalian.
  8. Event yang tidak menguntungkan buat anda yang ketika diwisuda belum dapet pekerjaan tetap, kecuali anda bertipe orang yang mentalnya baja saya sarankan untuk menjauhi kegiatan wisuda, apalagi setelah bubaran wisuda yang biasa diomongin sama teman2 kalian yang kebetulan belajarnya selama kuliah lebih rajin dan mendapatkan posisi bagus di perusahaan tidak seperti anda yang masih belum dikontrak korporat, percaya sama saya kalo perasaan iri itu bisa menjurus pada tindakan kriminal seperti pembunuhan dengan penganiayaan dahsyat. Belum lagi diomonginnya didepan orang tua anda….sudahlah tidak usah datang ke wisuda anda sendiri.
  9. Orang tua anda kemungkinan besar akan mencium anda didepan umum, saya ulangi, Orang tua anda kemungkinan besar akan mencium anda didepan umum.
  10. Prosesi wisuda mengganggu kegiatan belajar mengajar di kampus, akibatnya mata kuliah yang dijadwalkan pada hari Sabtu karena keterbatasan ruangan akan ditiadakan dan dipindahkan jadwalnya atau di adakan kuliah pengganti dan most likely mengganggu aktivitas dan jadwal teman2 anda yang masih kuliah, bertambah lagi orang-orang yang akan mengiringi pelepasan anda sebagai mahasiswa lewat wisuda dengan sumpahan dan kutukan…

Strangers Album Review : “Everything Goes Automatic”

Posted in Review dengan kaitan (tags) , , , on April 28, 2009 by dogongdoging

Beberapa band bagus suka kurang publikasi, karena saya orangnya baik hati dan suka berbagi hal-hal yang menyenangkan, maka saya akan berbagi kepada anda-anda yg mampir ke site multiply saya dengan sajian review album perdananya Strangers, mudah2an setelah anda baca review saya kalian semua menyisihkan Rp 40K untuk membeli rilisannya, daripada sekedar ngopi dari CD punya saya seperti kebanyakan orang indonesia yg beli mobil mampu tapi beli CD ogah….keparat kalian …..



STRANGERS
“Everything Goes Automatic”

Everything Goes Automatic is the first album title of these young(?), talented artist from Bandung, the brit-pop genre which the local media claimed for the band seems just a bit subtle, the band actually sounded like they originally reside in Europe, the cool telecaster-ish guitar riffs on the first track would just blow you away, it’s not your ordinary poppish rock Indonesian bands guitar riffs, this album showed the band’s simple but yet sophisticated approach in delivering its songs, Ican’s vocals are like magic and sort of humble and wise in a weird kind of way, imagine your typical nextdoor apartment neighbour in Birmingham singing in his windowed porch with his acoustic guitar while you’re making your everyday morning coffee before you start your routine in your boring pathetic live. This guy really knows how to sing an “English” songs. To think that the band actually recorded the album live, goddammit!! The band is surely underrated.

Strangers’ Myspace page